PPUKRN – Atas nama keluarga besar Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional (PPUKRN) dan segenap jajaran Dewan Pengurus Pusat, kami turut menyampaikan duka yang sangat mendalam atas wafatnya Almarhumah Hj. Rugaiya Usman, S.H., M.Si., istri tercinta dari Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto, S.H., S.IP., M.M. Kepergian beliau pada Minggu, 16 November 2025, sekitar pukul 16.20 WIB di Bandung, menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat yang pernah merasakan ketulusan dan kebijaksanaannya.
Almarhumah disemayamkan di rumah duka Bambu Apus sebelum diberangkatkan menuju Solo pada Senin pagi, 17 November 2025. Perjalanan terakhir itu bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi menjadi simbol betapa panjang jejak kebaikan yang beliau tinggalkan. Dalam suasana duka yang menyelimuti, kita seakan diingatkan bahwa setiap manusia akan kembali kepada Sang Khalik, dan hanya amal kebaikanlah yang akan mendampingi.
Di balik berita duka ini, ada refleksi penting tentang nilai keluhuran seorang istri, ibu, dan teladan dalam kehidupan sosial. Banyak yang mengenang beliau sebagai pribadi hangat, penyayang, tegas pada prinsip, namun lembut dalam tutur. Jarang sosok publik mampu hadir dengan harmoni serupa: menjaga martabat keluarga, mendukung perjalanan karier sang suami, sekaligus tetap membangun hubungan sosial yang penuh keteduhan, tutur Ita Kusumawati, SE, CPR, IAPR.
Sebagai bagian dari keluarga besar bangsa yang menjunjung adat ketimuran, PPUKRN mengajak seluruh masyarakat untuk membuka pintu maaf seluas-luasnya apabila semasa hidup almarhumah terdapat kekhilafan atau kekurangan, baik yang disengaja maupun tidak. Sebab, memaafkan bukan hanya amal bagi yang ditinggalkan, tetapi juga penghormatan terakhir bagi almarhumah agar perjalanannya menuju keabadian semakin lapang dan mulia.
Doa pun kami panjatkan, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di sisi terbaik bersama para kekasih-Nya. Kepergian beliau menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hidup adalah kesempatan untuk menebar manfaat dan kebaikan.
Di tengah kedukaan ini, kami juga menyampaikan doa dan empati yang mendalam kepada Jenderal TNI (Purn.) Wiranto beserta keluarga besar. Kehilangan pasangan hidup merupakan ujian berat, namun Allah tidak pernah memberikan cobaan melampaui kemampuan hamba-Nya. Semoga Allah SWT menguatkan hati keluarga yang ditinggalkan, mengokohkan keikhlasan, dan menghadirkan ketabahan dalam setiap langkah.
Al-Fatihah untuk Almarhumah Hj. Rugaiya Usman, S.H., M.Si. Semoga cahaya surga senantiasa meneranginya.
Hormat kami,
Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional (PPUKRN).
Ita Kusumawati, SE, CPR, IAPR.