Menguatkan Persatuan, Membangun Kemandirian, dan Menggerakkan Kontribusi Remaja Muda Berdaulat Menuju Indonesia Emas 2045
(Siaran Pers DPP PPUKRN)
Jakarta, 17 Agustus 2026
Pemerintah Republik Indonesia menetapkan “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” sebagai tema besar Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun. Pemerintah menegaskan tema tersebut sebagai cerminan semangat dan kerja nyata untuk mewujudkan cita-cita kebangsaan.
Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini menjadi ajakan bagi seluruh elemen bangsa untuk mengisi kemerdekaan melalui persatuan, kemandirian, keadilan, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Bagi Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional (PPUKRN), momentum tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan perjalanan dan transformasi organisasi dalam meneruskan nilai-nilai kepemudaan, kebangsaan, kepedulian sosial, kepemimpinan, disiplin, kesetiakawanan sosial, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dari Kirab Remaja Nasional Menuju Gerakan Remaja Muda Berdaulat
Kirab Remaja Nasional yang digagas sebagai gerakan pembinaan generasi muda telah mempertemukan remaja dari berbagai daerah melalui tukar pengalaman langsung di tengah masyarakat. Karya Bakti Sosial (KBS), Sarasehan, Interaksi Lintas Budaya, dan berbagai kegiatan Kemasyarakatan telah menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda di era 90-an.
Nilai-nilai tersebut tidak berhenti ketika rangkaian Kirab Remaja Nasional berakhir. Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional hadir sebagai wadah untuk menjaga kesinambungan semangat, nilai, jejaring, dan kontribusi dari para alumni agar tetap dapat mengambil peran dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan
masyarakat.
Dalam perjalanannya, PPUKRN menempatkan transformasi Remaja Muda Berdaulat sebagai arah strategis pembangunan generasi yang dimaknai dengan kemandirian, berkarakter, berdaya saing, serta memiliki kesadaran penuh sebagai pelaku pembangunan bangsa.
Momentum Konvensi Kirab Remaja Nasional pada 22–23 Januari 2025 di Jakarta menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan ideologi tersebut. Dalam momentum itu dideklarasikan Hari Remaja Muda Nasional dan dicanangkannya Gerakan Remaja Muda Berdaulat, yang memiliki fokus dan orientasi terhadap pemberdayaan generasi muda yang memiliki kecakapan lintas sektor guna mewujudkan kontribusi keberhasilannya menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan demikian, Gerakan Remaja Muda Berdaulat merupakan keberlanjutan dari semangat dan nilai strategis yang telah dibangun melalui perjalanan Kirab Remaja Nasional serta sekaligus merespons tantangan generasi muda di masa kini dan masa depan.
Indonesia Berdaulat Dimulai dari Generasi yang Berdaulat
Kedaulatan bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusianya. Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu berdiri dengan karakter dan identitasnya, memiliki kapasitas untuk menghadapi perubahan, serta memiliki keberanian untuk mengambil tanggung jawab sebagai pelaku pembangunan.
Karena itu, membangun Remaja Muda yang Berdaulat merupakan bagian penting dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang berdaulat.
Generasi yang mandiri akan memperkuat kemandirian bangsa.
Generasi yang berkarakter akan memperkokoh persatuan.
Generasi yang berdaya saing akan mempercepat kemajuan.
Dan generasi yang berkontribusi akan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Semangat tersebut diterjemahkan PPUKRN melalui pembentukan karakter generasi “3-Ber”, yaitu bertumbuh maju, berprestasi, dan berkontribusi.
Dalam menghadapi perkembangan zaman, PPUKRN juga mengedepankan pendekatan “5-If”, yaitu Konstruktif, Kreatif, Adaptif, Inovatif, dan Solutif, dengan tetap menyebarluaskan nilai kebudayaan dan kearifan lokal sebagai identitas bangsa.
Sementara itu, Integritas, Kualitas, Kapabilitas, Kredibilitas, dan Akuntabilitas menjadi prinsip-prinsip yang ditempatkan menjadi pilar utama dalam membangun organisasi yang profesional dan terpercaya.
Kekuatan Jejaring Nasional dan Peran Global
Saat ini, PPUKRN telah memiliki jejaring kepengurusan nasional dan daerah yang mencakup 27 struktur organisasi di Indonesia, yang terdiri atas 23 Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan 4 PRA DPD, serta jejaring keanggotaan global di 25 negara, dengan jumlah anggota yang mencapai ± 7.000 orang.
Jejaring kepengurusan tersebut mencakup: DPD Aceh, DPD Sumatera Utara, DPD Riau, DPD Jambi, DPD Bengkulu, DPD Sumatera Selatan, DPD Lampung, DPD DKI Jakarta, DPD Jawa Barat, DPD Jawa Tengah, DPD Jawa Timur, DPD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DPD Nusa Tenggara Barat (NTB), DPD Kalimantan Barat, DPD Kalimantan Tengah, DPD Kalimantan Selatan, DPD Kalimantan Timur, DPD Sulawesi Utara, DPD Sulawesi Selatan, DPD Sulawesi Tengah, DPD Sulawesi Tenggara, DPD Papua, dan DPD Maluku Utara.
Selain itu, jejaring kepengurusan yang dikembangkan yaitu: PRA DPD Nusa Tenggara Timur, PRA DPD Maluku, PRA DPD Papua Barat, dan PRA DPD Papua Selatan.
Jejaring tersebut merupakan modal strategis PPUKRN dalam memperkuat konsolidasi organisasi, mengembangkan kapasitas anggota, memperluas kolaborasi, serta mendorong kontribusi lintas generasi muda di tingkat nasional maupun internasional dapat terlaksana. Hal ini diperkuat oleh latar belakang anggota yang berasal dari berbagai wilayah provinsi di Indonesia dan pertukaran pengalaman yang diperoleh selama mengikuti perjalanan Kirab Remaja Nasional.
Pada tingkat nasional, jejaring PPUKRN juga mencakup alumni Pasukan Utama, Pasukan Inti dan Pasukan Pendamping Kirab Remaja Nasional dari berbagai angkatan dan daerah, keterhubungan dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan, komunitas sosial, dan dunia usaha merupakan modal sosial untuk menggerakkan program sosial, pengembangan kepemudaan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui pendekatan lintas generasi, lintas budaya dan lintas daerah.
Pada tataran global, PPUKRN juga memiliki jejaring di 25 negara , yaitu Indonesia, Singapura, Thailand, Brunei, Filipina, Malaysia, Vietnam, Taiwan, Korea Selatan, Pakistan, Mesir, Arab Saudi, Zimbabwe, Australia, Jerman, Hungaria, Yordania, Belanda, Belgia, Norwegia, Palestina, Portugal, Polandia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Jejaring tersebut merupakan modal sosial strategis untuk membuka peluang bagi pengembangan kemitraan dengan organisasi kepemudaan serumpun, memperkuat konsolidasi organisasi, mengembangkan forum dan kapasitas anggota, memperluas kolaborasi sosial, mendukung terbukanya akses pendidikan lintas generasi, lintas budaya dan lintas negara, meningkatkan kegiatan promosi nilai kebhinekaan, toleransi keberagaman dan kesetiakawanan sosial, serta mendorong kontribusi generasi muda di tingkat nasional maupun internasional.
Kekuatan tersebut menempatkan PPUKRN menjadi leading organisasi nasional strategis yang tidak hanya sebagai penghubung sosial antar pemuda lintas generasi, lintas budaya, lintas daerah, dan lintas negara, sekaligus juga sebagai katalisator dalam mewujudkan generasi muda yang mandiri, kompeten, berkarakter, adaptif, dan mampu berkontribusi nyata mewujudkan pembangunan Indonesia Emas 2045.
Dari Purna Pasma untuk Generasi Masa Depan
Transformasi PPUKRN menegaskan peran organisasi sebagai pemrakarsa, pelopor, sekaligus penggerak pembangunan dan pembinaan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap masa depan dan kesejahteraan sosial.
Peran tersebut diwujudkan melalui penguatan kelembagaan Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional, peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota, program sosial kemasyarakatan, kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, serta penguatan peran generasi remaja muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
Bagi PPUKRN, pengalaman masa lalu bukan sekedar sejarah yang dikenang, melainkan fundamental modal sosial untuk membangun masa depan.
Dulu para remaja berjalan dalam satu barisan Kirab Remaja Nasional. Kini para Purna Pasukan Utama berhimpun dalam satu barisan pengabdian untuk menyiapkan generasi berikutnya.
Semangat itulah yang perlu terus dihidupkan dalam konteks memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia hari ini: yang mengubah pengalaman menjadi pengetahuan, persaudaraan menjadi kekuatan, dan kepedulian menjadi kontribusi nyata.
Dari Persatuan Nasional Menuju Persatuan Global
Gerakan Remaja Muda Berdaulat memiliki dimensi nasional sekaligus global.
Generasi muda Indonesia perlu memiliki akar kebangsaan yang kuat sekaligus kemampuan untuk berinteraksi dan bersaing dalam lingkungan global. Keterbukaan terhadap dunia tidak berarti kehilangan jati diri; sebaliknya, jati diri yang kuat menjadi fondasi untuk membangun kerja sama yang bermartabat dengan masyarakat internasional.
Dengan jaringan di 25 negara, PPUKRN memiliki potensi untuk memperluas peran, pertukaran gagasan, kolaborasi kepemudaan, serta penguatan diplomasi pemuda Indonesia.
Semangat tersebut sejalan dengan arah PPUKRN untuk terus mengembangkan generasi muda yang adaptif, memiliki kecakapan lintas sektor, berdaya saing global, dan tetap berlandaskan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.
Momentum HUT ke-81: Saatnya Bergerak Bersama
HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk mempertemukan kekuatan sejarah Kirab Remaja Nasional, pengalaman dan jejaring Purna Pasukan Utama, serta energi generasi muda Indonesia masa kini.
Ketiganya merupakan bagian dari satu kesinambungan: mewarisi nilai, memperkuat kapasitas, dan menciptakan kontribusi.
Karena itu, semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dapat diwujudkan melalui generasi muda yang berani mengambil peran, memiliki integritas, terus meningkatkan kapasitas, mampu beradaptasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
PPUKRN mengajak seluruh keluarga besar Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional yang tersebar di 27 provinsi Indonesia maupun yang berada di 25 negara untuk terus memperkuat persaudaraan, membangun kolaborasi, meningkatkan kapasitas, dan mengembangkan jejaring kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia serta dunia.
Kepada generasi muda Indonesia, PPUKRN menyerukan bahwa masa depan tidak hanya ditunggu, tetapi dipersiapkan dan diwujudkan bersama.
Dari Nilai Menjadi Gerakan, dari Gerakan Menjadi Pengabdian
Kemerdekaan yang kita nikmati ini memberikan ruang bagi setiap generasi untuk menentukan apa yang akan diwariskan kepada generasi sesudahnya.
PPUKRN memilih untuk meneruskan warisan Kirab Remaja Nasional melalui gerakan yang relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman: membangun generasi muda yang mandiri, berkarakter, berdaya saing, berintegritas, dan berkontribusi nyata.
Gerakan Remaja Muda Berdaulat bukan sekadar identitas.
Ia adalah panggilan untuk bertumbuh maju.
Ia adalah keberanian untuk berprestasi.
Ia adalah kesadaran untuk berkontribusi.
Ia adalah komitmen untuk menjadikan potensi sebagai karya dan karya sebagai manfaat.
Dari berbagai penjuru daerah di Indonesia hingga berbagai negara, semangat keberagaman generasi itu dapat disatukan dalam satu energi kebangsaan.
SATU SEMANGAT. SATU GERAKAN. SATU INDONESIA
Indonesia yang berdaulat membutuhkan generasi yang berdaulat.
Indonesia yang adil membutuhkan generasi yang peduli.
Indonesia yang makmur membutuhkan generasi yang produktif dan berkontribusi.
Mari terus bertumbuh maju.
Mari terus berprestasi.
Mari terus berkontribusi.
Dari semangat Kirab Remaja Nasional, kita lanjutkan perjalanan.
Dari Purna Pasukan Utama, kita wariskan nilai pengabdian.
Dari generasi muda, kita bangun masa depan bangsa Indonesia.
GERAKAN REMAJA MUDA BERDAULAT UNTUK INDONESIA BERDAULAT, ADIL, DAN MAKMUR MENUJU INDONESIA EMAS 2045.
DARI INDONESIA UNTUK DUNIA.
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.
MERDEKA!
REMAJA! JAYA, JAYA, JAYA!
—————————————————————————————————————-
Ita Kusumawati, S.E., CPR., IAPR.
Ketua Umum DPP PPUKRN
(Dewan Pengurus Pusat Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional)