KIRAB REMAJA NASIONAL

Melati dalam Cinta Bumi Pertiwi

PPUKRN – Ada sosok yang hadir bukan hanya melalui kata, tetapi lewat keteduhan sikap dan kelembutan yang memancar dari caranya menyapa. Bunda—seorang perempuan yang menempatkan etika di atas segalanya—selalu tampil dengan senyum yang tak pernah lekang waktu. Dalam perjumpaan singkat sekalipun, ada aura kehangatan yang membuat siapa pun merasa dihargai.

Di antara banyak pesan yang pernah beliau sampaikan, ada satu petuah yang melekat begitu kuat: “Jauhi rasa dendam itu, karena kebaikan pasti akan datang.” Kalimat sederhana, namun memiliki kedalaman makna yang menuntun langkah banyak orang, termasuk sosok yang hari ini dipandang sebagai “melati dalam cinta Bumi Pertiwi”.

Bunda Tutut Soeharto telah lama dikenal sebagai perempuan yang dibesarkan dengan nilai-nilai kuat oleh sang ayah, Presiden ke-2 RI, Soeharto—seorang tokoh yang kini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Namun, yang membuatnya istimewa bukan semata garis keturunan, melainkan bagaimana nilai-nilai itu tumbuh menjadi karakter: rendah hati, penuh empati, dan menghargai sesama.

Tak perlu banyak bercerita, karena kadang keteladanan paling kuat hadir dari kehadiran, bukan ucapan. Mereka yang pernah bertemu, bertatap muka, atau sekadar berada di lingkaran kegiatan yang beliau dampingi, akan memahami bahwa ada sesuatu yang tulus dari setiap sikapnya. Seolah-olah pendidikan moral seorang pahlawan benar-benar terpatri dalam dirinya—menjadikannya permata yang bersinar tanpa harus memaksakan cahaya.

Bagi kami, yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kirab Remaja Nasional sejak 1993, pertemuan dengan Bunda Tutut bukan sekadar nostalgia. Foto yang diambil pada Maret 2017, dua puluh empat tahun setelah gelaran Kirab Remaja, menjadi penanda bahwa nilai kebangsaan, keteladanan, dan cinta tanah air tidak pernah benar-benar pudar. Ia hanya menunggu untuk dibangkitkan kembali lewat ingatan, teladan, dan karya nyata.

Kami bangga menjadi bagian dari catatan perjalanan itu. Dan lebih dari itu, kami bangga menyaksikan bagaimana ajaran seorang Pahlawan Nasional dapat hidup dalam diri seorang putri bangsa, yang hadir laksana melati—lembut, wangi, dan tetap setia mekar di bumi pertiwi.

Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional
#PPUKRN
#TututSoeharto
#SitiHardiyantiRukmana
#SoehartoPahlawanNasional
#Soeharto
#PahlawanNasional

Opini ditulis oleh : Titin-Irvan
PPUKRN’ 93 KALBAR – SULSEL
PPUKRN’ 95 JABAR – KALBAR