Struktur Organisasi
Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional (PPUKRN) memiliki struktur organisasi yang solid dan berjenjang, untuk memastikan program dan kegiatan berjalan efektif dan berkesinambungan di Seluruh Indonesia dan dunia.
Tentang Struktur Organisasi
PPUKRN dipimpin oleh Ketua Umum yang dibantu oleh jajaran pengurus pusat, serta didukung oleh pengurus daerah di seluruh provinsi di Indonesia dan juga membuat kolaborasi dengan jaringan di luar negeri. Struktur organisasi ini dirancang secara berjenjang dan kolaboratif, agar setiap anggota dapat berperan aktif dalam gerakan organisasi.
Solid
Profesional
Kolaboratif
Berdampak
DEWAN PEMBINA
JENDERAL TNI (PURN.) Dr. H. WIRANTO, S.H. S.I.P. M.M
Ketua Dewan Pembina
Lahir di Yogyakarta pada 4 April 1947, Wiranto merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dan tokoh nasional Indonesia yang memiliki perjalanan panjang dalam bidang militer dan pemerintahan. Ia merupakan lulusan Akademi Militer Nasional tahun 1968.
Perjalanan kariernya berlanjut melalui sejumlah jabatan strategis, antara lain Pangdam Jaya, Pangkostrad, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad). Setelah purnatugas dari militer, Wiranto melanjutkan pengabdian di pemerintahan dan politik dengan menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.
Pada 22 Oktober 2024, Wiranto dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan. Perjalanan panjangnya mencerminkan kiprah seorang perwira militer yang kemudian berperan dalam berbagai bidang pemerintahan dan kehidupan kebangsaan Indonesia.
Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M.
Wakil Ketua
Dr. Seto Mulyadi, Psi, M. Psi
Anggota
H. M. Bukti Panjaitan
Anggota
Johnny Idham, MBA
Anggota
Agus Susanto
Anggota
Eddy Fadhil Rachman
Anggota
Iwan Kusnadi
Anggota
DEWAN PENASIHAT KEHORMATAN
Hj. SITI HARDIYANTI RUKMANA
Ketua Dewan PembinaPenasihat Kehormatan
Hj. Siti Hardiyanti Hastuti Indra Rukmana, yang dikenal luas sebagai Mbak Tutut, lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1949. Ia merupakan putri sulung Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, dan Ibu Tien Soeharto.
Mbak Tutut dikenal sebagai pengusaha, tokoh sosial, dan politikus yang memiliki kiprah dalam berbagai bidang, mulai dari kegiatan kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, media, hingga pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia pada 1998 dan memimpin Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada awal perkembangannya.
Dalam perjalanan kariernya, Mbak Tutut dikenal aktif mengembangkan berbagai kegiatan usaha dan terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia juga berkiprah dalam organisasi kemanusiaan, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. Pengalamannya di bidang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya di luar dunia bisnis dan politik.
Di bidang media, Mbak Tutut mendirikan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 1991. Kehadiran TPI menjadi bagian dari perkembangan industri penyiaran nasional, dengan membawa misi pendidikan sebagai salah satu unsur utama programnya. Melalui kiprah tersebut, ia turut menjadi bagian dari sejarah perkembangan televisi swasta di Indonesia.
Salah satu bagian penting dalam perjalanan Mbak Tutut di bidang kepemudaan adalah keterlibatannya dalam menggagas Kirab Remaja Nasional (KRN). Gerakan ini dirancang sebagai ruang pembinaan generasi muda untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan nasionalisme, mengenal keberagaman budaya Nusantara, serta membangun karakter dan semangat cinta Tanah Air. Melalui kegiatan Kirab Remaja Nasional, para remaja dari berbagai daerah memperoleh kesempatan untuk menjalin persaudaraan, mengembangkan kedisiplinan, dan menumbuhkan kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Dalam bidang politik dan pemerintahan, Mbak Tutut pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Fraksi Golkar. Pada Maret 1998, ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia dalam Kabinet Pembangunan VII, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Jabatan tersebut diembannya hingga berakhirnya pemerintahan Orde Baru pada Mei 1998.
Setelah masa Reformasi, Mbak Tutut tetap dikenal melalui keterlibatannya dalam kegiatan sosial, organisasi, usaha, dan politik. Perjalanan hidupnya menjadi bagian dari dinamika sejarah Indonesia, terutama pada masa akhir pemerintahan Orde Baru dan masa transisi menuju Reformasi.
Bagi keluarga besar Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional (PPUKRN), kiprah Mbak Tutut dalam menggagas dan mengembangkan gerakan Kirab Remaja Nasional memiliki arti tersendiri dalam sejarah pembinaan generasi muda Indonesia. Semangat persatuan, nasionalisme, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap Tanah Air merupakan nilai-nilai yang relevan untuk terus diwariskan kepada generasi penerus.
Dengan perjalanan panjang di bidang usaha, kemanusiaan, media, kepemudaan, dan pemerintahan, Hj. Siti Hardiyanti Hastuti Indra Rukmana merupakan salah satu tokoh yang memiliki jejak dalam perjalanan sosial dan politik Indonesia, sekaligus figur yang berkaitan erat dengan sejarah Kirab Remaja Nasional dan pembinaan generasi muda.
H. Moh. Yarman, S.E.
Wakil Ketua
Arastio Gutomo
Sekretaris
Drs. Arief Kushara
Anggota
Dati Kusmudiarti, BP
Anggota
Fatona Usman, S.E.
Anggota
DEWAN PAKAR
Prof. Dr. SEMIARTO AJI PURWANTO
Ketua Dewan Pakar
Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto (lahir 15 Desember 1968) lahir di Purworejo pada tanggal 15 Desember 1968. Ia menamatkan pendidikan dasarnya di SDN Prajuritan, Kutoarjo, Jawa Tengah pada tahun 1981 serta pendidikan menengahnya di SMPN 2 Kutoarjo, Jawa Tengah pada tahun 1984 dan SMAN Purworejo, Jawa Tengah pada tahun 1987.
Setelah lulus dari SMA, Semiarto diterima di jurusan Antropologi Universitas Indonesia melalui jalur Penelusuran Minat dan Keterampilan (PMDK). Ia masuk pada tahun 1987 dan lulus lima tahun kemudian. Setelahnya, pada tahun 1993 ia meneruskan pendidikan tingginya di program studi magister antropologi di universitas yang sama dan lulus pada tahun 1995. Ia kemudian menjalani pendidikan doktoral dalam bidang antropologi di Universitas Indonesia dari tahun 2005 hingga lulus pada tahun 2010.
Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto merupakan antropolog dan akademisi Universitas Indonesia yang memulai karier sebagai dosen tetap pada 1995. Ia mengajar berbagai mata kuliah antropologi serta menjadi pengajar di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Atma Jaya, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan.
Dalam perjalanan akademiknya, ia aktif melakukan penelitian dan menjadi peneliti tamu di berbagai institusi internasional, antara lain National University of Singapore, Ateneo de Manila University di Filipina, Monash University di Australia, Victoria University of Wellington di Selandia Baru, serta National Taitung University di Taiwan.
Bidang kajiannya mencakup masyarakat adat, etnisitas, kebijakan budaya, kehutanan sosial, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, pertanian perkotaan, serta hubungan masyarakat dengan pembangunan. Pengalaman penelitiannya meliputi berbagai komunitas di Indonesia dan sejumlah negara, dengan perhatian khusus pada relasi antara masyarakat, lingkungan, dan kebudayaan.
Dalam kepemimpinan akademik, Semiarto menjabat Ketua Program Studi Sarjana Antropologi UI periode 2016–2020 dan Ketua Program Studi Pascasarjana Antropologi sejak 2020. Ia terpilih sebagai Dekan FISIP UI pada November 2021, dilantik pada Desember 2021, dan dikukuhkan sebagai Guru Besar Antropologi UI pada tahun yang sama. Sejak 2022, ia juga menjadi anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional.
Danty Indriastuti Purnamasari
Wakil Ketua
Josep Falentinus D.K., S.I.P., MA
Anggota
Dr. H. Muhammad Syafrudin, ST., M.M.
Anggota
Samsu Widiarto, S.H., M.M.
Anggota
Rinina Adiati
Anggota
Tarsih Ekaputra
Anggota
Tarsih Ekaputra
Anggota
- Phone:+1 (859) 254-6589
- Email:info@example.com
Ricky H. Sutjipto, S.H.
Anggota